16 Oktober 2008

Pada-Mu Ku Bersyukur

Pada-Mu Ku Bersyukur
Langit, Bumi, Pagi, Siang & Malam hanya milik-Mu
Ku berdo'a di keheningan malam
Bahwa hamba-Mu sedang nestapa

Aku memohon kepada-Mu yang lemah ini
Untuk meminta istri yang sholehah, karir yang bagus & istiqomah
dalam ibadah
Ya Rabbi.. Ya Rasulullah.. Tolong berikan hidayah kepada ku & akhlak
yang mulia seperti-MU

Kini permohonanku Kau penuhi Ya Rabbi....
Lebih dari yang aku ingini
Istri, karir, ibadah

Kini aku bersyukur pada-Mu
Atas apa yang aku minta selama ini
Bahagia daku dalam Qalbu-Mu

Ya Rabbi... aku mohon kepada-Mu...
Senantiasa di Qolbu ku selalu ada Allah & Rasulullah
Untuk mendapatkan ketenangan, keberkahan di dalamnya & Kesempurnaan
dalam sebuah keluarga, Amiinnn... Ya Allah.... Ya Rasullullah....

Hingga datang apa yang Kau putuskan
Takdir yang menentukan
Dan Syurga-Mu yang kami harapkan



www.ujecentre.com


Read more.....

25 September 2008

miNaL aiDZin waL faiDzin

Read more.....

taQobaLLahu miNNa Waminkum... ;)


Dapatkan Komen Bergambar Islami Disini Read more.....

12 September 2008

tHanks God.. u have sent him to mY liFe...

Ini adalah curhatan pertama gw di blog ini..

"tHanks God.. u have sent him to mY liFe..."

itu adalah judulnya..(ungkapan perasaan gw saat ini)

Gw mengucap syukur alhamdulillah & mengucapkan terimakasih to my Lord, Dia udh mengirimkan seseorang yang baik & sabar bgt...
Awal pertemuannya sih cepet bgt, tp mo dibilang cepet sbnrnya ga jg krn gw emg udh mengenal dy sblmnya. Dia tuh abangnya tmn SD gw dulu, ada angin entah berantah dr mana tau2 dy ngubungin gw duluan, emg awalnya gw jutek abisss ma tuh cowo, tp lama kelamaan pas dy ngaku "Who i am???" br lah gw mulai bersikap baik ga jutek lagi. GILA udh sekitar 10 taun qta ga pernah ketemu.... Ya udh qta ngobrol2, yaaah pokonya nyambung deh...



Kita PDKT cpt ga lama, n finally u can guest what happen?? yup qta jadian, dan skrg umur hubungan qta masih seumur jagung masih 3 minggu, meskipun qta baru ketemu, tp qta b2 ngerasa kyanya udh lamaaaaa bgt qta kenal...

Qta b2 b'komitmen ga mau lama2 pacaran, "cm nambah2 dosa aja" (itu kata dia) insya allah mohon doanya aja taun depan qta mw b'komitmen tuk membangun sebuah istana kecil b2...

Sekali lg gw cm mo mengucap "Alhamdulillah, tHanks God.. u have sent him to mY liFe..."

Mdh2an dy adalah "Imam" yg akan membimbing gw n menjadi Imam tuk dunia & akhirat kelak, amiiin....

~tha~
Read more.....

11 September 2008

Bingkailah Puasamu dengan Cinta

"Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tanganNya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai Allah daripada harum minyak kasturi." (HR. Bukhari).

"Ada anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar-lapar puasa", lagu Bimbo itu
kunyanyikan di depan Ayah berulang-ulang di tengah sebuah siang bulan Ramadhan
yang panas. Sebenarnya aku tidak berniat apa-apa. Kebetulan lagu itu sedang hits
dan sering muncul di radio sehingga mulutku yang hobi nyanyi ini latah dan terus
menerus menyanyikannya. Tapi terus terang sebagai anak kecil yang baru belajar
puasa, terkadang teks lagu itu ingin sekali kutanyakan kepada Ayah.

Ayah melambaikan tangannya kepadaku dan akupun mendekat."Panggil uda dan uni semua ke sini. Ayah ingin bicara., ya." Maka akupun keliling ke kamar atas,
kamar bawah dan juga ke tetangga sebelah mencari uda dan uniku. Alhamdulillah
dalam beberapa menit saja tugas itu dapat kuselesaikan. Mereka semua kini duduk
bersila di hadapan Ayah.



"Anak-anakku. Kini kalian sedang berpuasa dan berusaha menahan haus, lapar
bahkan juga menjaga mata dan telinga dari seluruh keburukan. Ayah ingin tahu apa tujuan kalian berpuasa?", Ayah menunjuk salah seorang anaknya.

"Ya untuk menjalani perintah Allah, Ayah"."Hmm.. Kita kan hamba Allah, maka kita
wajib menjalankan perintahNya" , jawab yang lain.


Ayah tersenyum bangga dengan kesungguhan jawaban yang diberikan. "Jawaban kalian sesungguhnya bagus dan tidak salah sama sekali. Benar kita menjalankan ibadah puasa karena memenuhi perintah Allah. Kita ini hamba Allah. Hamba itu artinya budak. Seorang budak tentulah harus memenuhi kehendak tuannya tanpa boleh bertanya-tanya. Jika seorang budak selalu bertanya terhadap perintah-perintah tuannya tentulah budak itu akan dimarahi oleh tuannya. Terlebih lagi jika budak itu menentang perintah tuannya dan mematuhi tuan yang lain. Wajar lah jika tuan tersebut menghukumnya dengan keras."Demikianlah nuansa hati yang harus ditumbuhkan saat kita mengerjakan seluruh perintah Allah. Jangan pernah terdetik di hati untuk bertanya-tanya kenapa harus begini dan mengapa tidak begitu.

Jawaban yang mutlak untuk semua perintah itu adalah: karena Allah Tuhan yang
menciptakan saya, Tuhan yang saya sembah, Tuhan yang saya harapkan kasihNya di dunia dan di akhirat, telah memerintahkannya kepada saya, hambaNya dan budakNya.

"Kita ini ada di dunia karena diciptakan Allah. Bisa hidup karena diberi makan,
minum dan udara oleh Allah. Sungguh celaka kita jika terdetik niat lain sewaktu
beribadah selain karena memenuhi kehendak dan perintah Allah. Oleh itu, jangan
pernah memotivasi dirimu dalam menjalankan ibadah puasa ini karena hikmah-hikmah duniawi. Seperti kata orang-orang, puasa itu untuk diet, supaya hemat, supaya sehat, supaya ini, supaya itu. Seluruh kata-kata itu akan mencemarkan ketulusan niatmu dalam berpuasa untuk mencapai syurga dan ridho Allah SWT.

"Namun anak-anakku dalam perintah berpuasa ini ada nuansa lain yang Allah
inginkan dari kita. Puasa ini bukan hanya sebuah perintah yang diwajibkan Allah
Tuhan semesta alam kepada manusia sebagai hambaNya. Justru kita dapat merasakan getaran cinta Penguasa Alam Raya dalam perintah puasa ini. Pahami getaran cinta dan kasih Allah itu dapat dirasakan pada ayat dan hadits berikut:

1. FirmanNya dalam surah al-Baqarah 183 - 184.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (183). (yaitu)
dalam beberapa hari yang tertentu. Maka bagi siapa saja diantara kamu ada yang
sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa)
sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi
orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar
fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan
hati mengerjakan kebajikan[114] , Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan
berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui." (184)

Subhanallah, lihatlah betapa tegasnya Allah memerintahkan kewajiban berpuasa ini Allah pada ayat 183. Namun pada ayat 184 Allah mengeluarkan statemen yang
toleran: ".Bagi siapa saja yang sakit atau sedang dalam perjalanan bolehlah
menggantinya pada hari yang lain". Subhanallah. .Allah itu Tuhan Penguasa Alam.
Seluruh makhluk perlu kepadaNya dan Dia tidak ada keperluan kepada satu makhlukpun. Allah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Allah berkuasa penuh untuk menghidupkan atau menghancurkan kita. Tapi kenapa Raja segala Raja itu mewajibkan sesuatu dengan tegasnya, tetapi kemudian malah mengeluarkan pengecualian- pengecualian?

Seorang raja yang memiliki kekuasaan tidak akan pernah melakukan hal itu saat
mengeluarkan titah perintahnya. Bahkan seorang bos atau majikan tidak akan
berbuat demikian. Dalam ilmu manajemen sebuah Surat Keputusan berlapis seperti itu justru dikhawatirkan dapat melahirkan nuansa ketidakdisiplinan di kalangan pekerja. Tapi Allah bukan raja, bukan bos dan bukan majikan. Allah Tuhan yang menjalin hubungan kasih dengan makhluk yang diciptakanNya. Allah memerintahkan puasa dengan nuansa cinta dan kasihNya yang dalam terhadap para hambaNya.

2. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari Nabi Muhammad SAW bersabda :

Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tanganNya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai Allah daripada harum minyak kasturi." (HR. Bukhari)"

Cobalah pahami oleh kalian, apa arti ungkapan dalam hadits ini. Bukankah ini
ungkapan cinta yang melimpah dari Allah kepada orang yang berpuasa? Kita semua
juga paham bahwa bau mulut orang yang berpuasa di bumi manapun pasti sangat
busuk. Itu wajar karena perutnya sedang kosong sehingga asam lambung dapat
memanjat sampai ke dinding mulut. Saat berbicara, menguap atau bahkan sekedar
membuka mulut saja langsung mulut akan menyebarkan aroma yang membuat orang menutup hidungnya.

"Namun di sisi Allah, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari minyak
kasturi. Bukankah ini ungkapan cinta Allah yang berlimpah terhadap orang-orang
yang berpuasa? Maaf, nanti kalau kalian sudah menikah dan cinta kasih yang
mendalam sudah tumbuh antara suami dan istri hal-hal ini baru dapat dipahami
dengan sempurna. Banyak sekali suami yang sedang cinta setengah mati dengan
istrinya akan mengatakan, "Aduhai..istriku, harum sekali bau mulutmu". Padahal
istrinya baru bangun tidur dan belum gosok gigi. Mengapa? Tentulah karena
cintanya yang begitu mendalam terhadap sang istri.

3. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsi:

"Puasa itu untukKu dan biarkan Aku yang akan menganugerahkan pahalanya." (HR. Muslim) "

Lagi dan lagi kita harus memuji Allah atas besarnya cinta kasih Allah terhadap
orang yang berpuasa. Banyak sekali amal perbuatan kita ini yang pahalanya
dijanjikan Allah kepada kita secara kalkulatif. Contoh, sholat jama'ah
menaikkan derajat kita di sisi Allah hingga 27 derajat. Bersedekah dilipat
gandakan Allah pahalanya hingga 700 kali lipat. Begitu pula sholat di Masjidil
Haram yang pahalanya 100.000 lebih utama dibandingkan sholat di masjid biasa.
Semuanya dijanjikan Allah dalam hitungan-hitungan yang jelas. Tapi, untuk puasa
Allah mengungkapkan apresiasiNya yang tinggi. "Puasa itu untukKu dan biar Aku
yang menganugerahkan pahalanya."" Bukankah ini sebuah ungkapan sentimental yang diwarnai dengan kecintaan? Bagaikan seorang raja yang menentukan imbalan dan gaji standar bagi seluruh rakyatnya. Semua rakyat mendapat imbalan yang sama untuk pekerjaannya. Raja sendiri tidak pernah menyampaikan upah itu secara langsung ketangan rakyatnya. Ia hanya memerintahkan menteri dan bawahannya untuk memberikan imbalan tersebut. Tetapi ada sebuah tugas khusus yang sangat disukai oleh raja. Siapa saja yang mengerjakannya raja itu sendiri yang akan turun untuk menyerahkan imbalannya secara langsung. Bahkan raja itu juga merahasiakan jumlah imbalan yang akan diterima oleh orang yang menyelesaikan tugas khusus itu."Allah memiliki perumpamaan yang tidak akan dapat kita bayangkan.

Contoh-contoh tadi itu hanya agar kamu paham. Agar kamu mengerti betapa
sentimentilnya puasa ini di sisi Allah. Ada rona-rona cinta berserakan di udara
Ramadhan. Meskipun matahari begitu panas memanggang kulit kita, dan rasa haus
begitu tega mendera kerongkongan kita. Terutama jika melihat botol-botol air di
kulkas yang dingin berembun. MasyaAllah, rasanya copot jantung! Tapi kita
menyingkirkan itu semua dan menderita untuk menjalin cinta dengan Allah yang
amat besar cintaNya di bulan puasa ini."Anak-anakku, kalian memang hanya hamba Allah SWT. Namun di bulan Ramadhan ini Allah menebar kasih dan cintaNya bahkan untuk hamba-hambaNya yang hina seperti kita ini. Maka jangan biarkan cinta Allah bertepuk sebelah tangan. Allah cinta dan sayang kepadamu, maka sambutlah cintanya dengan ikhlas berpuasalah hanya untuk ZatNya."Orang yang sedang dalam bercinta tidak akan pernah mengeluh meski harus berkorban banyak. Pengorbanan justru menjadi sebuah tantangan yang makin mengobarkan api cinta dan rindu. Para sahabat dahulu berpuasa di hari yang panas dan tetap menjaga puasanya meskipun harus berperang melawan musuh Allah. Ada seorang sahabat yang terluka parah dan dibawa ke belakang. Namun ia tetap tidak ingin membatalkan puasanya. Saat hari sudah mulai senja keadaannya sudah amat kritis. Para sahabat yang lain amat kasihan melihat dirinya."Berbukalah wahai fulan, engkau tetap akan mendapat ganjaran Allah"."Jika aku berbuka dan ditakdirkan Allah meninggal dunia hari ini, maka kapankah aku dapat menggantikan puasaku itu? Tapi karena waktu berbuka sudah hampir tiba, carikanlah sedikit air untukku. Bawalah tamengku ini untuk menampung air minum."

Maka beberapa sahabat pergi mencari air untuk berbuka puasa sahabatnya yang
sedang sekarat. Tak berapa lama mereka berhasil menemukan summer air. Maka
dicucilah perisai cembung itu dan diisi dengan air bersih. Namun alangkah
terkejutnya mereka, ketika hendak menegukkan air ke mulut sahabat itu, ternyata
ia telah meninggal dunia. Ia telah pergi berbuka di syurga bersama para
bidadari. Masya Allah, inilah orang-orang yang benar hatinya dalam bercinta
denganMu".

Ayah meneteskan air mata saat mengakhiri ceritanya mengenai kekentalan cinta
para sahabat Rasulullah SAW terhadap Allah SWT. Semoga setiap Ramadhan kita
rindui kehadirannya agar kembali terbuka peluang menjalin cinta kasih dengan
Allah.


Kolom : Ust. H. Arsil Ibrahim, MA
Friday, 31 August 2007

Read more.....

DAN KITA PUN AKAN MENJADI TUA

Hidup bagaikan garis lurus
Tak pernah kembali ke masa yang lalu
Hidup bukan bulatan bola
Yang tiada ujung dan tiada pangkal... .


Syair lagu diatas, sering kita dengar dari lantunannya Bimbo, liriknya mengingatkan kita akan sebuah akhir.. Kehidupan ini tidak akan berlangsung abadi, hingga suatu saat kita akan menaiki tangga usia, semakin lama usia kita bertambah, semakin berkuranglah sisa umur kita dan andai Tuhan belum memanggil kita di usia muda maka kita pun akan menjadi tua.

Melihat garis-garis di wajah sosok yang kita cintai ibu dan ayah kita, ketika kulitnya mulai keriput, rambut hitamnya mulai memutih dan kesehatannya kian menyusut, kita diingatkan oleh-Nya bahwa kitapun sama, suatu saat nanti akan menjadi tua, renta dan butuh begitu banyak pertolongan, kasih sayang serta perhatian dari anak-anak kita.




Dan sekaranglah saatnya bagi kita untuk memainkan peran sebagai seorang anak, memelihara dan menyayangi ayah dan ibu kita. Dahulu sembilan bulan kita dalam rahim ibu, kita menyusahkannya, duduk ia tak enak, berbaring tak nyaman. Tapi ibu sabar menanti hari-hari kelahiran kita. Tiba kita di dunia, ibu tersenyum bahagia mendapatkan kita sebagai anugerah dari Tuhan, disusuinya, dimanjakannya dan dibesarkannya kita dengan penuh kasih sayang. Diajarkannya kita berbagai ilmu dan sebuah kenikmatan yang luar biasa bagi kita diajarkan untuk mengenal Tuhan kita.

Menginjak remaja, kita semakin menyusahkannya, biaya sekolah yang kian besar serta kenakalan-kenakalan yang sering kita lakukan tak jarang membuat hati ibu terluka. Sikap kita yang kasar, egois dan selalu merasa benar terkadang membuatnya menangis, tapi ibu tetap sabar. Dibimbingnya kita untuk memperbaiki sikap dan tingkah laku kita, ibu selalu menanamkan cinta kepada kita anak-anaknya.

Berbahagialah bagi yang masih mempunyai ibu juga ayah, karena masih mempunyai kesempatan untuk memelihara dan menyayangi mereka. Dan saat kita menginjak dewasa, ketika ayah yang dulu kekar sekarang sering terbaring sakit, dan ketika ibu yang dulu selalu melayani kita makan sekarang sering terbaring lemah, inilah saat-saat yang baik bagi kita untuk melayani, memelihara dan memberikan perhatian kepada mereka. Inilah kesempatan kita untuk menjadi anak yang saleh buat mereka bahagia di ujung usianya, dan buat mereka bangga dengan kita. Ingatkah, dahulu ketika kebetulan kita terbangun dari tidur, terlihat ibu sedang berdoa untuk kita, agar menjadi anak yang baik dan tercapai semua cita.

Jenguklah ibu dan ayah kita selagi bisa, sebelum semuanya berakhir menjadi kenangan, bawakan oleh-oleh yang disukainya. Sebab jika mereka telah tiada maka tak akan ada lagi yang menunggu kita pulang, tak ada lagi menyiapkan kita sarapan, yang ada hanyalah rumah yang akan menjadi kenangan. "Muliakanlah Orang tua kita karena kitapun akan menjadi tua"

Read more.....

12 Agustus 2008

taMu iTu segera datang Sahabat... (",)

Sahabat, ijinkan aku mencuri sehelai waktumu
ketika aku ingin berkisah
bukan keluh kesah karena hatiku sedang haru biru
Sahabat, bersamamu kulewati rentang elastisitas masa
canda, tawa, hingar, bahagia, lengkap mewarna
pun gundah, luka, airmata dan darah telah jadi jelaga
ayun mengayun bergandeng tangan
seerat hati kita yg tlah terpaut
Dan tahukan engkau sahabatku?
semua hal indah yang pernah kita lewati
mana mungkin abadi
padahal aku ingin selamanya
kita bisa tertawa dan bahagia
Sesungguhnya sahabatku,
bukan itu intiku
semua yg kubagi denganmu
adalah semu
maka, maukah kau tunjukkan apa keabadian itu?
duhai, sahabatku
lihatlah siapa tamu yang sudah di ujung pintu
tersenyum malu-malu
menunggu rengkuhan sambil tersipu-sipu
dia adalah yang terindu
Ramadhan namanya
indah bukan?
maka kemarilah
sambut kembangan tangannya sepenuh jiwa
ijinkan raga dan nyawa bersatu dalam suka
Sahabatku, inilah pintu itu
ketika apa yang indah dan abadi itu bukan maya
kita akan bercanda dan tertawa dalam keabadian nyata
maka letakkan Ramadhan di tengah persahabatan kita
maka yakinlah, ini saat aku menutup cerita
Marhaban ya Ramadhan 1429 H.
Ijinkan aku tuk mendekapmu sepenuh rindu
Read more.....

07 Agustus 2008

...Allahu Robbi...

Allahu Robbi
Saat aku mengagumi seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Allahu Robbi
Ketika aku merindukan kekasih
Rindukanlah aku pada orang yang rindu akan cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Allahu Robbi
Jika aku hendak mencintai seseorang,
Pertemukanlah aku dengan orang selalu mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Allahu Robbi
Bila saat nanti aku jatuh cinta
Jagalah cinta itu,
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuatku lalai terhadap-Mu

Allahu Robbi
Ketika aku harus berucap “aku cinta padamu”
Biarlah kukatakan kepada seseorang yang hatinya
tertaut pada-Mu


~tha~ Read more.....

05 Agustus 2008

Jomblo Vs Pacaran

Jomblo. Satu kosakata yang sangat ditakuti oleh banyak orang saat ini terutama remaja. Why? Karena kosakata ini mengandung makna negatif yang bikin alergi. Suatu pertanda tidak lakunya seseorang untuk mendapatkan teman kencan dari lawan jenis. Idih…nggak laku? Emangnya jualan kolor?

Tapi asli kok, banyak banget remaja apalagi kalangan cewek yang merasa seperti kena kutukan kalo sampe predikat jomblo mereka sandang. Akhirnya dengan berbagai macam cara mereka berusaha untuk melepaskan kutukan ini meskipun dengan berbagai cara. Sudah nonton film 30 Hari Mencari Cinta? Di film itu kan menceritakan tiga orang remaja cewek yang sama-sama berada pada kondisi jomblo. Mereka membuat kesepakatan untuk mencari pacar dalam waktu 30 hari. Bagi yang menang, maka ia akan menjadi raja dan diperlakukan bak putri karena semua pekerjaan rumah akan dikerjakan oleh yang kalah.

Singkat cerita, mereka bertiga benar-benar fokus untuk mendapatkan pacar dalam rentang waktu itu. Karena ngebetnya, sampai-sampai harga diri pun sempat akan tergadaikan ketika sang pacar menginginkan making love alias berhubungan seksual layaknya suami-istri. Belum lagi ngebetnya salah satu tokoh di sana pingin merasakan nikmatnya ciuman bibir sampai melatih diri dengan guling. Naudzhubillah.

Belum lagi resiko bubarnya persahabatan yang mereka bina selama ini hanya karena cemburu dan khawatir pacarnya diembat sahabat sendiri. Meskipun ending-nya semua pacar-pacar karbitan itu pada bubar, tapi kita bisa melihat seberapa parah kondisi remaja kita saat ini terutama dalam pergaulannya.

So, ternyata predikat jomblo begitu menakutkan buat sebagian remaja yang miskin iman. Mereka lebih memilih jalan maksiat dengan pacaran daripada menyandang status ini. Meskipun seringkali dalam pacaran mereka juga merasa terpaksa. Bisa karena dipaksa teman, bisa karena dipaksa ortu, bisa juga dipaksa diri sendiri karena konsep diri yang salah. Jadi emang bisa banyak alasan.

Dipaksa teman terjadi bila teman satu genk pada punya cowok semua. Trus ada satu yang nganggur. Jadilah ada pemaksaan beramai-ramai supaya yang satu ini segera dapat gebetan. Udah deh, siapa aja boleh asal berstatus cowok. Waduh, gawat juga kan. Bisa-bisa sapi dipakein celana bisa diembat juga tuh saking nafsunya (hehehe…)

Ortu bisa jadi mengambil peranan dalam ajang kemaksiatan ini. Ada loh beberapa tipe ortu yang kelimpungan ketika anak gadisnya belum punya pacar. Padahal anaknya sendiri udah nyadar bahwa ini adalah ajang berlumur dosa. Eh, ortunya ngotot agar sih anak nyari pacar. Tulalit banget kan?

Atau bisa juga konsep diri remaja yang salah. Ia merasa merana tanpa punya pacar. Ia merasa jelek dan nggak laku ketika belum pernah merasakan rasanya pacaran. Ia akan jauh lebih bahagia bila ada cowok di sampingnya. Nah, ini adalah konsep yang salah dan menyesatkan.

Belum lagi dorongan media baik TV, radio ataupun majalah yang menawarkan gaya hidup bebas dengan label pacaran yang semakin gencar dilakukan. Udah deh, itu semua adalah banyak faktor yang bikin remaja ngebet untuk bisa pacaran. Padahal, apa sih yang didapat oleh pacaran, adalah perbuatan yang bisa kamu putuskan dengan sadar. Jadi, tulisan kali ini akan membantu kamu untuk membuat keputusan benar dalam hidup. Jangan sampai kamu melakukan perbuatan yang salah dan membuatmu menyesal kemudian. Lanjut!

Kenapa harus pacaran?
Hayo…bisa nggak kamu jawab pertanyaan ini? Kenapa harus pacaran? Hmm…mungkin di antara kamu ada yang menjawab:
‘biar nggak kuper’
‘biar nggak dibilang nggak laku’
‘biar ada cowok yang sayang sama kita’
‘biar ada semangat untuk belajar’
‘biar nggak malu dengan teman-teman yang pada punya pacar juga’
‘sekedar pingin tahu rasanya’
dll, masih banyak lagi alasan yang bisa kamu ajukan sebagai pembenaran. Oke deh, kita coba telaah satu per satu yah, masuk akal nggak sih alasan-alasan yang kamu punya itu.

Pacaran, adalah aktivitas yang dilakukan berdua dengan sang kekasih sebelum menikah. Aktivitas atau kegiatan ini bisa bermacam-macam bentuknya. Bisa nonton bareng, makan bakso berdua, jalan berdua atau belajar bersama. Tapi alasan terakhir ini kayaknya banyak nggak jadi belajarnya deh karena pada sibuk mantengin gebetan masing-masing. Iya apa iya?

Kalo kamu sekedar takut dibilang kuper karena nggak mau pacaran, maka mereka para aktivis pacaran itulah yang sebenarnya orang paling kuper dan kupeng sedunia. Why? Karena saya yakin orang pacaran itu dunianya akan berkutat dari pengetahuan tentang doi aja. Coba kamu tanya apa dia tahu perkembangan teknologi terkini? Apa dia tahu di Palestina itu ada masalah apaan sih? Apa dia juga tahu kalo Amerika itu ternyata adalah teroris sejati?

Yakin deh, pasti mereka yang suka pacaran itu nggak bakalan tahu topik beginian. Kalo begitu, mereka itulah yang kuper dan kupeng. Paling tahunya cuma apa hobi sang pacar, apa wakna favoritnya, apa makanan kesukaannya, dll. Coba Tanya berapa nilai ulangan matematikanya, fasih nggak bahasa Inggris-nya, bagus nggak karangan bahasa Indonesia-nya, dan hal-hal seputar itu, pasti deh aktivis pacaran pada bloon untuk hal beginian. Kalo pun ada yang pintar, itu sama sekali nggak ada hubungannya dengan pacaran sebagai semangat belajar.

Sebaliknya, pacaran adalah adalah ajang maksiat. Bukankah sudah dikatakan oleh Rasulullah saw., “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan” (HR Ahmad)

Waduh, emang kamu mau jadi temannya setan? Hiii, naudzubillah banget tuh.
Jangan beralasan kamu kuat iman, maka tetep aja ngeyel berdua-duaan. Banyak tuh kasus ngakunya aktivis rohis dan niatnya dakwah eh..malah kebablasan pacaran. Teman SMA saya dulu aja ada yang MBA alias Married By Accident alias lagi hamil di luar nikah karena pacaran. Udah sekolahnya nggak bisa lanjut karena perutnya semakin gendut, ia adalah pihak yang dirugikan. Tuh, si laki-laki yang menghamili bisa dengan enaknya melanjutkan sekolah sampe tuntas. Belum lagi beban dosa besar yang harus ia tanggung. Ingat, berzina adalah salah satu dosa besar yang hanya bisa ditebus dengan taubatan nasuha. Taubat yang sungguh-sungguh dan tak akan pernah mengulangi lagi. Bukan taubat jenis tomat, saat ini tobat, besok kumat. Duh, itu sih namanya main-main alias nggak serius dan mau berubah total. Nggak baik, Non!

Jomblo adalah pilihan
Kok bisa? Di saat teman-teman pada risih dengan status jomblo, masa’ sih malah bisa dijadikan status pilihan? Bisa aja, why not gitu loh? Lagian tergantung persepsi kan?

Kondisi jomblo adalah kondisi yang independen, mandiri. Di saat teman-teman cewek lain serasa nggak bisa hidup tanpa gebetan, kamu merasa sebaliknya. Nggak harus jadi cewek tuh aleman, manja, tergantung ke cowok, dan merasa lemah. Huh…jijay bajay banget. Jadi cewek kudu punya pendirian, nggak asal ikut-ikutan. Meskipun teman satu sekolah memilih pacaran sebagai jalan hidup, kamu tetap keukeuh dengan prinsip: “jomblo tapi sholihah”. Huhuy!

Dulu, waktu saya masih duduk manis di bangku SMP dan SMA, ada seorang teman yang ngebet banget pingin punya pacar. Sampe-sampe kalo ada kuis di majalah remaja tentang siap-enggaknya pacaran, doi termasuk yang rajin mengisi untuk tahu jawabannya. Ternyata doi tipe yang sudah siap banget. Akhirnya fokus perhatian dia hanya ke cita-cita pingin punya pacar dan pacar mulu. Prestasi sekolah jadi anjlok. Padahal ternyata nggak ada yang mau sama doi (backsound : Kacian banget!).

Nah, beda kasus dengan muslimah sholihah. Ada atau nggak ada yang mau, dia nggak bakal ambil pusing. Mikirin rumus fisika aja sudah cukup pusing, pake mikir hal lain. Maksudnya, mikirin pacar atau pacaran adalah sesuatu yang nggak penting bagi dirinya. Selain ngabisin waktu dan energi, yang pasti menguras konsentrasi dan emosi.

Kalo kamu jadi cewek sudah oke, baik di otaknya, kepribadiannya apalagi akhlaknya, jadi jomblo bukan sesuatu yang terpaksa tuh. Malah jomblo adalah sebuah kebanggaan. Kamu bisa tunjukkan kalo jomblo adalah harga diri. Menjadi jomblo bukan karena nggak ada yang mau, tapi kitanya yang emang nggak mau kok sama cowok-cowok anak kecil itu. Lho, kok?

Iya, cowok kalo beraninya cuma pacaran itu namanya masih cowok kecil. Masa’ masih kecil udah pacaran. Huh! Kalo cowok yang udah dewasa, pasti ia nggak berani pacaran, tapi langsung dating ke ortu si cewek dan ngelamar. Merit deh jadinya. Selain menunjukkan tanggung jawab, cowok dewasa tahu kalo pacaran cuma ajang tipu-tipu dan aktivitas berlumur dosa. Hayo…pada berani nggak cowok-cowok kecil itu?

Jomblo tapi sholihah
Jangan pernah takut diolok teman sebagai jomblo. Jangan pernah malu disebut nggak laku. Toh, mereka yang berpacaran saat ini belum tentu juga jadi nikah nantinya. Tul nggak? Malah yang banyak adalah putus di tengah jalan, patah hati terus bunuh diri. Hiii, naudzubillah. Atau bisa jadi karena takut dibilang jomblo malah dapat predikat MBA tanpa harus kuliah alias Married By Accident.

Lagipula, cewek kalo mau dipacarin kesannya adalah cewek gampangan. Gampang aja dibohongin, gampang diboncengin, gampang dijamah, dan gampang-gampang yang lain. Idih…nggak asyik banget! Toh, nantinya para cowok itu juga bakal males sama cewek beginian karena udah tahu ‘dalemannya’, mereka pinginnya dapat cewek baik-baik.

Terlepas apa motivasi mereka, yang pasti kamu kudu punya patokan atau standar tersendiri. Kamu nggak mau pacaran karena itu dosa. Kamu memilih jomblo karena itu berpahala dan jauh dari maksiat. Kamu nggak bakal ikut-ikutan pacaran karena takut dibilang jomblo dan nggak gaul. Kamu tetap keukeuh pada pendirian karena muslimah itu orang yang punya prinsip. Itu artinya, kamu selalu punya harga diri atas prinsip yang kamu pegang teguh. Iya nggak seh?

Karena banyak juga mereka yang meskipun sudah menutup aurat dengan kerudung gaul, masih enggan disebut jomblo. Jadilah mereka terlibat affair bernama pacaran sekadar untuk gaya-gayaan. Bener-benar nggak ada bedanya dengan mereka yang nggak pake kerudung. Malah parahnya, masyarakat akan antipati sama muslimah tipe ini. Berkerudung tapi pacaran. Berkeredung tapi masih suka boncengan sama cowok non mahrom. Berkerudung tapi sering berduaan sama cowok dan runtang-runtung nggak jelas juntrungannya. Padahal, kelakuannya yang model begitu itu bisa membuat jelek citra kerudung, imej Islam jadi rusak, dan tentunya doi bikin peluang orang lain untuk menilai dan memukul rata bahwa doi mewakili muslimah. Parah banget!

Intinya, predikat jomblo jauh lebih mulia kalo kamu menghindari pacaran karena takut dosa. Menjadi jomblo jauh lebih bermartabat kalo itu diniatkan menjauhi maksiat. Menjadi jomblo sama dengan sholihah kalo itu diniatkan karena Allah semata. Bukankah hidup ini cuma sementara saja? Jadi rugi banget kalo hidup sekali dan itu nggak dibikin berarti. Jadi kalo ada yang rese dengan kamu karena status jomblomu, katakan saja ‘jomblo tapi sholihah, so what gitu loh!’. Hidup jomblo!

~UJE~

(Sumber: UjeCentre)
Read more.....